Pages

Tuesday, November 18, 2014

Sistem Pengendalian Internal Menurut COSO

Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, atau disingkat COSO, adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keuangan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut. COSO telah menyusun suatu definisi umum untuk pengendalian, standar, dan kriteria internal yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai sistem pengendalian mereka.
COSO disponsori dan didanai oleh 5 asosiasi dan lembaga akuntansi profesional; American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), American Accounting Association (AAA), Financial Executives Institute (FEI), The Institute of Internal Auditors (IIA) dan The Institute of Management Accountants (IMA).
Pengendalian Internal Menurut COSO (Internal Control - Framework Integrated, 2013)
"Internal control is a process, effected by an entity's board of directors, management, and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives relating to operations, reporting, and compliance."
 Terjemahan :
"Pengendalian internal adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan direksi,manajemen, dan personil lainnya,yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang wajar tentang pencapaian tujuan yang berkaitan dengan operasi,pelaporan,dan kepatuhan."
Sistem Pengendalian Internal menurut Committee of Sponsoring Organisations of
the Treadway Commission (COSO) meliputi 5 komponen yaitu:

1) Lingkungan pengendalian.
2) Aktivitas pengendalian.
3) Penilaian risiko.
4) Informasi dan komunikasi.
5) Monitoring.





Secara komprehensif ke-5 komponen pengendalian tersebut digunakan untuk
menilai efektivitas pencapaian tujuan organisasional.


Penerapan Proses Pengendalian Internal secara komprehensif
Sumber: The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO, 2009)


1) Lingkungan Pengendalian  
Lingkungan pengendalian merupakan faktor-faktor yang menentukan dalam membangun, mendukung, dan meningkatkan efektivitas kebijakan dan prosedur pengendalian. Lingkungan pengendalian menentukan iklim organisasi yang dapat menumbuhkan kesadaran karyawan terhadap pengendalian.

Lingkungan pengendalian meliputi: 
1.   Integritas dan Nilai Etika – Integritas dan nilai-nilai etika yang sehat, khususnya dari manajemen puncak, dikembangkan dan dipahami serta menjadi standar perilaku dalam pelaporan keuangan.
2.   Dewan – Dewan direksi memahami dan melaksanakan tanggung jawab pengawasan pelaporan keuangan serta pengendalian internal terkait.
3.   Filosofi Manajemen dan Gaya Operasi – Filosofi manajemen dan gaya operasi membantu pencapaian pengendalian internal yang efektif terhadap pelaporan keuangan.
4.   Struktur Organisasi – Struktur organisasi perusahaan mendukung pengendalian internal yang efektif dalam pelaporan keuangan.
5.   Kompetensi Pelaporan Keuangan – Perusahaan memiliki individu-individu yang kompeten dalam pelaporan keuangan dan juga individu dalam pengawasannya.
6.   Wewenang dan Tanggung Jawab – Manajemen dan karyawan diberikan wewenang dan tanggung jawab yang sesuai untuk memfasilitasi pengendalian internal yang efektif terhadap pelaporan keuangan.
7.   Sumber Daya Manusia – Kebijakan dan praktik sumber daya manusia didesain dan diimplementasikan untuk memfasilitasi pengendalian internal yang efektif terhadap pelaporan keuangan.

2) Penilaian Risiko 
Manajemen puncak harus memiliki seperangkat alat yang dapat digunakan untuk menilai risiko. Komponen alat penilaian risiko dalam struktur pengendalian internal meliputi; identifikasi, analisis risiko yang relevan, dan mengelola risiko.
Ada tiga kelompok risiko yang dihadapi perusahaan, yaitu :
  1. Risiko strategis, yaitu mengerjakan sesuatu dengan cara yang salah (misalnya: harusnya dikerjakan dengan komputer ternyata dikerjakan secara manual).
  2. Risiko finansial, yaitu risiko menghadapi kerugian keuangan. Hal ini dapat disebabkan karena uang hilang, dihambur-hamburkan, atau dicuri.
  3. Risiko informasi, yaitu menghasilkan informasi yang tidak relevan, atau informasi yang keliru, atau bahkan sistem informasinya tidak dapat dipercaya.

3) Aktivitas Pengendalian 
Perusahaan seharusnya mengembangkan aktivitas pengendalian spesifik melalui kebijakan, praktik, dan prosedur agar manajemen dapat mengendalikan kegiatan operasional perusahaan. Aktivitas pengendalian meliputi; aktivitas pengendalian untuk pencapaian tujuan pelaporan keuangan dan aktivitas pengendalian untuk proses informasi yang dibedakan atas pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. 

4) Informasi dan Komunikasi 
Informasi harus dapat diidentifikasi, diproses, dan dikomunikasikan dengan baik agar dapat menjadi dasar untuk mengambil keputusan. Sistem informasi akuntansi harus dirancang dengan mempertimbangkan unsur unsur pengendalian yang mampu menjaga keakuratan, keandalan, dan keamanan terhadap asset perusahaan.
Perancang sistem informasi perusahaan dan manajemen puncak harus mengetahui hal-hal di bawah ini :
  • Bagaimana transaksi diawali
  • Bagaimana data dicatat ke dalam formulir yang siap di-input ke sistem komputer atau langsung dikonversi ke sistem komputer.
  • Bagaimana file data di baca di organisasi dan diperbaharui isinya
  • Bagaimana data diproses agar menjadi informasi dan informasi diproses lagi menjadi informasi yang lebih berguna bagi pembuat keputusan
  • Bagaimana informasi yang baik dilakukan
  • Bagaimana transaksi berhasil

5) Monitoring
Monitoring  dapat dilaksanakan oleh perusahaan melalui dua aktivtas yaitu; surpervisi rutin yang dilaksanakan dalam kegiatan sehari-hari, dan supervise dalam bentuk audit struktur pengendalian internal dan akuntansi.
Berbagai bentuk pemantaun di dalam perusahaan dapat dilaksanakan dengan salah satu atau semua proses berikut ini:
  • Supervisi yang efektif  (effective supervision) yaitu manajemen yang lebih atas mengawasi manajemen dan karyawan di bawahnya.
  • Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) yaitu perusahaan menerapkan suatu system akuntansi yang dapat digunakan untuk menilai kinerja masing-masing manajer, masing-masing departemen, dan masing-masing proses yang dijalankan oleh perusahaan.
  • Audit internal (internal auditing) yaitu pengauditan yang dilakukan oleh auditor di dalam perusahaan.

Sumber :



0 comments:

Post a Comment